Risk Disclosure

  1. INFORMASI HUKUM

    (selanjutnya disebut dengan atau ‘Perusahaan’) adalah sebuah perusahaan investasi yang beroperasi secara global.

    tergabung dalam Republic of Cyprus dengan Sertifikat Kerjasama No. HE 266937. Perusahaan disahkan dan diatur oleh Cyprus Securities and Exchange Commission (‘CySEC’), dengan nomer lisensi 266/15, dan beroperasi dibawah Ketentuan Layanan Investasi, Aktivitas Investasi, Operasi Pengaturan Pasar dan Undang-Undang Terkait Lainnya di 2007, Undang-Undang 144(I)/2007, sebagaimana telah diubah dari waku-kewaktu (undang-undang). Perusahaan berlokasi di Anastasi Sioukri & Olympion, Themis Tower, 6th Floor, 3035, Limassol, Cyprus.

    Klien mengakui bahwa bahasa resmi perusahaan adalah bahasa Inggris.

  2. LINGKUP PEMBERITAHUAN

    1. Pemberitahuan Resiko , ‘Pemberitahuan’, pemberitahuan yang diberikan kepada Pelanggan berdasarkan undang-undang 144 (I) of 2007 sebagaimana telah diubah. Pemberitahuan dibuat untuk menjelaskan syarat umum dari resiko yang terjadi saat menggunakan instrumen keuangan pada basis yang sesuai dan tidak keliru, namun tidak memberitahu atau menjelaskan seluruh resiko dan seluruh aspek yang terlibat dalam menggunakan Instrumen Keuangan. Pemberitahuan ini membentuk bagian yang tak terpisahkan dari Perjanjian Layanan antara Pelanggan dan Perusahaan.

  3. PERINGATAN RESIKO

    1. Pelanggan tidak harus mengambil resiko lebih dari yang dipersiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan trading , Pelanggan harus memastikan bahwa mereka yakin akan resiko yang ada dan mempertimbangkan tingkat pengalamannya. Nasihat dan konsultasi menyeluruh harus dilakukan jika dianggap perlu bagi Pelanggan.

    2. Klien memahami bahwa terdapat resiko besar terjadinya kerugian dalam trading Instrumen Keuangan dan bersedia untuk mengambil resiko.

    3. Perusahaan tidak akan memberikan saran investasi kepada Klien terkait dengan trading Instrumen Keuangan.

  4. PERNYATAAN RESMI

    1. Platform Trading.

      1. Klien menyetujui bahwa satu-satunya sumber terpercaya dari data sensitif harga adalah data yang disajikan dalam server live kami, dan layanan ini dapat terganggu karena kesalahan sendiri yang mengakibatkan data sensitif harga tidak tersedia untuk Klien.

      2. Klien secara teratur memeriksa menu “Bantuan” atau “Pedoman Pengguna” dari platform trading. Jika terjadi konflik, Perjanjian Layanan Akan berlaku kecuali tadapat pernyataan perusahaan secara sepihak.

      3. Klien mengakui bahwa Perusahaan tidak bertanggung jawab jika terdapat pihak ketiga yang tidak dikenal memperoleh akses informasi yang dikirimkan melalui internet, telepon atau alat elektronik lain.

    2. Keadaan Memaksa (Force Majeure).

      Jika terjadi Peristiwa Force Majeure, Klien akan menerima resiko // kerugian finansial.

    3. Resiko teknis.

      Jika terjadi Peristiwa Force Majeure, Klien akan menerima resiko // kerugian finansial.

      1. Perusahaan tidak bertanggung jawab atas berbagai kerugian yang terjadi akibat kegagalan sistem, termasuk namun tidak dibatasi: pembaruan tertunda dari terminal Klien; koneksi internet yang buruk (baik dari pihak Klien, Perusahaan maupun keduanya); masalah hardware dan software, malfungsi atau penyalahgunaan (baik dari pihak Klien, Perusahaan maupun keduanya); pengaturan keliru pada terminal Klien; atau klien mengabaikan peraturan dan prosedur yang dijelaskan dalam terminal Klien dan dalam website Perusahaan.

      2. Klien mengakui dan menyetujui pada saat terjadi arus transaksi besar, mungkin akan terjadi keterlambatan dalam menghubungi Dealing Department melalui telepon; terutama bila ada penguman pasar yang penting dan periode dimana instruksi dan permintaan dieksekusi, dapat diperpanjang.

    4. Komunikasi

      1. Perusahaan tidak bertanggung jawab dan Klien akan menerima resiko kerugian yang terjadi karena keterlambatan atau komunikasi yang dikirimkan oleh Perusahaan tidak diterima oleh Klien.

      2. Klien bertanggung jawab atas kerahasiaan dari berbagai informasi yang terkandung dalam komunikasi yang diterima oleh Perusahaan.

      3. Perusahaan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi karena informasi tang tidak terenskripsi terkirim kepada Klien oleh Perusahaan yang telah diakses melalui pihak yang tidak dikenal.

      4. Klien menyetujui bahwa berbagai kerugian yang terjadi akibat akses tak dikenal oleh pihak ketiga dari akun trading Klien bukan tanggung jawab Perusahaan.

      5. Klien bertanggung jawab sepenuhnya atas berbagai pesan yang dikirimkan kepadanya melalui platform trading yang tidak dibaca atau tidak diterima. Pesan tersebut secara otomatis akan dihapus dalam waktu lima (5) hari.

      6. Perusahaan akan memastikan bahwa Klien terus update melalui saluran komunikasi yang disepakati. Perusahaan tidak bertanggung jawab atas pesan-pesan yang gagal diterima, dibuka atau dipahami oleh Klien dikarenakan masalah sistem email atau kegagalan pengiriman pesan yang dimaksudkan.

  5. RESIKO PIHAK KETIGA

    1. Perusahaan dapat mentransfer uang yang diterima dari Klien ke pihak ketiga (contohnya, OTC counterparty, lembaga kliring, bank, intermediate broker) dalam memfasilitasi transaksi dari Klien. Perusahaan tidak bertanggung jawab atas kepailitan, tindakan atau kelalaian dari pihak ketiga tersebut.

    2. Perusahaan dapat mendepositkan uang Klien dengan penyimpanan yang memiliki perlindungan bunga, gadai atau hak kompensasi terkait uang tersebut.

    3. Pihak ketiga yang terkait dengan Perusahaan bisa memiliki bunga berlawanan dengan bunga yang dimiliki Klien.

    4. Pada saat Klien mengajukan akun trading pada mata uang berbeda dari mata uang yang didepositkan, Perusahaan dapat menggunakan fasilitas penyimpanan konversi mata uang untuk mata uang yang dikonversi tersebut.

    5. Perusahaan dapat menggunakan konversi fasilitas penyimpanan konversi mata uang untuk mengkonversi uang Klien ke trading mata uang yang tersedia, didukung oleh fasilitas Perusahaan.

  6. PEMBERITAHUAN PERINGATAN RESIKO FOREX DAN DERIVATIF

    1. Pemberitahuan ini tidak dapat dan tidak akan mengungkapkan seluruh resiko yang terlibat dalam Instrumen Keuangan seperti kurs dan produk lainnya seperti saham, opsi dan Contracts for Differences (CFDs). Klien harus merasa puas bahwa produk tersebut sesuai dengan keadaan pribadi dan posisi keuangan. Klien tidak seharusnya menggunakan produk tersebut kecuali memahami prilaku dan tingkat paparan resiko yang ada. Klien tidak diperkenankan terlibat dalam penggunaan produk-produk lainnya kecuali mengetahui dan memahami resko yang terkait didalamnya dan mungkin akan mengalami kerugian sepenuhnya dari seluruh uang yang diinvestasikan. Perlu diketahui bahwa tidak ada penyerahan fisik dari Instrumen Keuangan. Berbagai keputusan trading dilakukan pada basis informasi yang mempertimbangkan hal berikut:

    2. Instrumen dengan volatilitas tinggi

      1. Klien harus memikirkan bahwa terdapat resiko tinggi kerugian serta keuntungan, karena beberapa instrumen ditradingkan dalam jangkauan intraday yang luas dengan pergerakan harga yang berubah-ubah. Harga instrumen berfluktuasi dengan cepat dan pada jangkauan luas serta menunjukkan peristiwa tak terduga atau perubahan kondisi diluar kendali Perusahaan atau Klien. Kondisi pasar akan membuat Klien tidak dapat melakukan eksekusi order pada harga yang ditetapkan, yang dapat mengakibatkan kerugian.

      2. Harga instrumen dipengaruhi oleh, antara lain, pelaksanaan program politik, pemerintah, pertanian, komersial, keuangan dan perdagangan dan kebijakan dan acara sosial ekonomi nasional dan internasional dan karakteristik psikologis yang berlaku dari pasar yang relevan.

      3. Klien menyetujui bahwa kerugian signifikan akan mengakibatkan kerugian sebagian atau sepenuhnya dari nilai investasinya. Hal ini disebabkan sistem margin yang berlaku untuk trading tersebut di mana pergerakan pasar yang merugikan dapat mengakibatkan hilangnya seluruh deposito Klien. Perlu diketahui, Perusahaan beroperasi pada "perlindungan saldo negatif", dan ini berarti bahwa anda tidak bisa kehilangan lebih dari investasi awal anda.

    3. Leverage (atau Gearing).

      1. Tidak seperti trading pada umumnya, Margin trading memungkinkan Klien untuk trading di pasar dengan hanya membayar sebagian kecil dari total nilai trading. Perlu diketahui bahwa leverage berarti pergerakan pasar yang relatif kecil akan mengakibatkan pergerakan yang lebihi besar dari nilai posisi Klien.

      2. Perusahaan akan memantau leverage yang diajukan pada posisi klien dan berhak untuk mengurangi leverage tergantung padade volume trading Klien.

    4. Contracts for Differences (CFDs)

      1. CFD adalah perjanjian untuk membeli atau menjual kontrak yang menunjukkan kinerja instrumen yang mendasari antara lain, valuta asing, logam mulia, futures dan saham. CFD adalah transaksi harga non-deliverable dimana keuntungan atau kerugian ditentukan oleh selisih antara harga CFD yang dibeli dan harga yang dijual atau sebaliknya.

      2. Berinvestasi di CFD memerlukan risiko yang sama seperti investasi saham atau opsi sebagaimana disebutkan di bawah ini. Sebuah kewajiban bersyarat juga akan muncul seperti yang dijelaskan di bawah ini.

    5. Kontrak Berjangka

      1. Transaksi pada kontrak berjangka melibatkan kewajiban untuk melakukan atau membawa, menyampaikan aset dari kontrak di masa mendatang, atau dalam beberapa perkara untuk menetapkan posisi dengan uang tunai. Transaksi ini berakibat resiko tingkat tinggi karena ditradingkan dalam leverage atau situasi terarah seperti yang dijelaskan diatas.

      2. Sebuah kewajiban bersyarat juga akan muncul seperti yang dijelaskan dibawah ini.

    6. Opsi

      Terdapat berbagai macam jenis opsi yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda. Berikut ini adalah syarat berlaku:

      1. Opsi pembelian. Ini melibatkan resiko yang lebih kecil dari opsi jual karena pemegang saham dapat membiarkan opsi turun jika harga aset pokok bergerak terhadap pemegang saham. Kerugian maksimum dibatasi pada premi dan berbagai komisi atau biaya transaksi lain. Pembeli dari opsi beli pada kontrak berjangka menggunakan hak opsi akan memperoleh kontrak dan berjangka dan akan terkena resiko seperti yang dijelaskan pada 5.5.

      2. Opsi penjualan. Penjual opsi menyetujui kewajiban hukum untuk membeli atau menjual aset pokok jika opsi yang tersebut dilakukan terhadap dirinya terlepas dari perbedaan antara harga pasar dan harga pelaksanaan. Resikonya jauh lebih tinggi dari opsi pembelian, terutama ketika penjual tidak memiliki aset pokok dan dapat menghadapi resiko tanpa batas.

    7. Transaksi Over-the-counter (‘OTC’).

      1. Saat Trading CFDs, Forex dan Logam Mulia, Klien secara efektif memasuki transaksi OTC; dimana beberapa pihak secara langsung bernegosiasi satu sama lain dibanding melalui pasar saham yang telah diatur.

      2. Transaksi OTC melibatkan resiko besar dibandingkan dengan transaksi yang terjadi pada pasar saham yang diatur. Karena ketiadaan mitra pengimbang pusat, para pihak menanggung resiko kredit tertentu, resiko default atau mungkin menghadapi situasi dimana tidak memungkinkan melikuidasi posisi atau menilai posisi.

    8. Penangguhan Trading.

      1. Saat kondisi trading seperti itu, mungkin akan sulit atau tidak memungkinkan untuk melikuidasi posisi, seperti saat trading valuta yang relevan ditangguhkan atau dibatasi, menempatkan stop loss tidak akan selalu membatasi kerugian untuk jumlah yang dimaksudkan, karena pelaksanaan order stop loss pada harga yang ditetapkan mungkin mustahil. Selain itu eksekusi order stop loss mungkin lebih buruk dari harga yang ditetapkan dan kerugian mungkin lebih besar dari yang diperkirakan, namun Perusahaan menjalankan "perlindungan saldo negatif", sehingga Klien tidak mengalami kerugian lebih dari investasi awal.

    9. Syarat dan akun Margin.

      1. Transaksi margin mengharuskan Klien melakukan serangkaian pembayaran terhadap harga pembelian, selain membayar seluruh harga pembelian secara langsung. Level persyaratan margin akan bergantung pada set pokok dari instrumen dan dapat ditetapkan atau dihitung dari harga saat ini dari instrumen pokok. Syarat instrumen margin tertentu dapat ditemukan diwebsite Perusahaan.

      2. Klien perlu memastikan bahwa mereka memiliki cukup margin diakun tradingnya setiap waktu untuk mempertahankan posisi buka. Adalah kewajiban Klien untuk memantau berbagai posisi buka untuk menghindari posisi yang ditutup oleh Perusahaan dikarenakan tidak tersedianya dana. Perusahaan tidak bertanggung jawab memberitahu Klien terkait masalah tersebut.

      3. Perusahaan tidak berkewajiban melakukan margin call untuk Klien dan tidak bertanggung jawab kepada Klien atas kegagalan yang dilakukan perusahaan untuk menghubungi atau mencoba untuk menghubungi klien.

      4. Perusahaan berhak mengubah syarat margin dengan memberikan peringatan tertulis kepada Klien dalam waktu lima (5) hari. Namun, jika terjadi Peristiwa Force Majeure, Perusahaan berhak mengubah syarat margin tanpa peringatan tertulis.

    10. Transaksi Contingent Liability Investment

      1. Karena sifat dari transaksi margin, seperti yang dijelaskan diatas, Klien dapat menghentikan kerugian total dari dana yang di depositkan untuk membuka dan mempertahankan posisi. Kegagalan dari pihak Klien dalam memenuhi syarat margin call seperti membayar dana tambahan untuk mempertahankan posisi akan mengakibatkan likuidasi posisi dan mengakibatkan kerugian yang ditanggung oleh Klien.

      2. Transaksi tidak di margin, tetap harus melakukan kewajiban pembayaran lebih dan diatas jumlah yang dibayarkan saat memasuki kontrak.

    11. Pajak, Komisi dan Biaya lain

      1. Klien harus memperhatikan komisi dan biaya lain sebelum memulai trading. Biaya akan diungkapkan dalam istilah moneter atau persentase. Oleh karena itu Klien bertanggung jawab untuk memahami dasar darimana biaya tersebut dihasilkan.

      2. Undang-undang dan perubahan tambahan, atau perubahan keadaan Klien mengakibatkan kerja dengan Instrumen Finansial dikenakan pajak dan kewajiban lain.

      3. Klien harus mencari saran independen terkait pajak atau kewajiban lainnya, karena mereka bertanggung jawab atas segala kewajiban tersebut.

    12. Pemberitahuan Umum

      1. Perusahaan beroperasi dibawah Direktif Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa 2004/39/EC tanggal 21 April 2004 tentang pasar instrumen keuangan yang merupakan perubahan dari Direktif Dewan Uni Eropa 85/611/EEC dan 93/6/EEC dan Direktif Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa 2000/12/EC serta pembatalan dari Direktif Dewan 93/22/EEC, sebagaimana direktif tersebut dapat diberlakukan dari waktu ke waktu dan dimodifikasi dan diubah dari waktu ke waktu (“Direktif Pasar Instrumen Keuangan (2004/39/EC)” atau ”MiFID”).

      2. Pemberitahuan ini disediakan untuk anda sesuai dengan Direktif Pasar Instrumen Keuangan (MiFID) dari Uni Eropa karena anda dianggap bekerja sama dengan Perusahaan dalam instrumen keuangan yang disediakan oleh Perusahaan (“Instrumen Keuangan”).

      3. Pemberitahuan ini tidak dapat dan tidak menyingkap atau menjelaskan seluruh resiko dan aspek signifikan lain yang terlibat dalam bekerja dengan Instrumen Keuangan dan dibuat untuk menjelaskan secara umum sifat resiko khususnya pada penggunaan Instrumen Keuangan yang disediakan oleh Perusahaan dan untuk membantu Klien mengambil keputusan berinvestasi atas dasar informasi.

      4. Untuk mematuhi Direktif Pasar Instrumen Keuangan (MiFID) dari Uni Eropa Perusahaan akan menggolongkan calon klien sebagai Klien Ritel, saat mempertimbangkan permohonan untuk membuka akun, berdasarkan pada informasi yang diberikan kepada Perusahaan.

      5. Sebelum membuka akun, Klien harus mempertimbangkan dengan seksama apakah trading dengan Instrumen Keuangan derivatif sesuai untuknya dengan mengingat keadaan dan sumber keuangannya. Trading dengan instrumen keuangan derivatif memerlukan penggunaan “gearing” atau “leverage”.

Top Yandex.Metrica Top